falling objek

Tuesday, February 22, 2011

cobaan hidUp

Allah SWT berfirman di dalam Al Qua'an,
"Dan ketahuilah, bahwa harta dan anak_anakmu itu hanyalah sebagai cobaan. sesungguhnya di sisi Allah lah pahala yang besar" (Qs. Al Anfal:28)

dan Allah SWT juga berfirman,

"Sesungguhnya di antara istri_istri dan anak_anakmu ada yang menjadi musuh bagimu, maka berhati_hatilah engkau" (Qs. At_Taghaabun:14)

anak dan istri bisa menjadi fitnah(cobaan) bagi kehidupan berumah tangga. terlebih jika sang bapak lalai untuk mengingat Allah, krn hal itu merupakan salah satu penyebab timbulnya rasa cinta yg berlebihan terhadap kenikmatanduniawi.



sehingga muncul keengganan untuk bersilaturrahim dengan keluarga krn sibuk melakukan kompetisi. semuanya itu ia lakukan demi sebuah kebanggaan hidup.


perbuatan sprt itu akan menyebabkan kesialan bagi pelakunya, sekalipun perbuatan sprt itu tidak dilarang secara tegas oleh agama.


yaitu, jika pelakunya tenggelam pada hal_hal yang demikian secara terus menerus, hingga siang dan malam terlewatkan begitu saja tanpa ada pikiran utk memenuhi akan hak Allah, dan kehidupan akhirat.


dengan kata lain, seorang harus melakukan introspeksi diri, melihat lingkungannya, mengetahui kebaikan_kebaikan bagi agama dan dunianya, sehingga mampu menyatukan pekerjaan duniawi yg halal dg perbuatan atau amalan yg menyangkut urusan akhirat.


Allah SWT juga berfirman,


"katakanlah, jika bapak_bapak, anak_anak, saudara_saudara, istri_istri, kaum kerabat, harta kekayaan yang kalian usahakan, perniagaan yang kalian khawatiri akan kerugiannya dan rumah tempat tinggal yang kalian sukai adalah lebih kalian cintai dari pada Allah dan Rasul_Nya serta dari berjihad di jalan_Nya,


maka tunggulah sampai Allah mendatangkan keputusan_Nya. dan Allah tidak memberikan petunjuk kepada orang_orang fasik" (Qs. At_Taubah:24)



kehadiran anak dpt mendatangkan perasaan khawatir dan takut atas diri sang bapak utk tetap berjihad di jalan Allah. jika sang bapak lemah imannya dan takut kehilangan putranya serta takut menjadi fakir saat ia melakukan usaha di jalan Allah hingga menarik diri krn kekhawatiran tersebut, bahkan merasa cukup dengan karunia (anak) yang di berikan Allah,


maka dirinyalebih mengutamakan anaknyadaripada berjuang di jalan Allah. untuk itu, bagi siapa yg memohon kehadiran anak berdasarkan egonya sendiri, maka sungguh ia telah melanggar aturan Allah.


oleh sebab itu, Allah sendiri mengajarkan, bahwa hendaknya seorang bapak tidak memohon kehadiran seorang anak kecuali untuk mencapai Ridho_Nya.


yang karenanya, sang bapak harus mendidiknya berdasarkan ketaatan kepada Allah dan mengajarkan kepadanya semua yang di perintahkan Allah melalui Rasul_Nya (dinukil dari kitab Faidhul Qadir)




Cute Onion Club - Onion Head